Senin, 02 September 2024

Pengertian sport massage

Sport massage

Massage ini merupakan teknik pijat yang populer dikalangan olahragawan, dikarenakan massage ini bisa merelaksasikan otot dan melancarkan peredaran darah baik sebelum maupun sesudah latihan sehingga tubuh kembali segar setelah perlakuan sport massage. Bambang Priyonoadi (2011: 5) menyatakan bahwa Sport massage yaitu massage yang khusus digunakan atau diberikan kepada orang-orang yang sehat badanya (tidak dalam kondisi cidera). Terutama bagi para olahragawan , di berikan hendaknya kepada orang yang sehat kebagian badan, serta macam dan cara pemijatanya yang lebih diutamakan kepada pengaruhya terhadap kelancaran peredaran darah.

Jadi Sport massage adalah suatu teknik pijat yang di tunjukkan kepada semua orang yang sehat. Dalam hal ini tidak mempunyai pengertian bahwa sport massage hanya untuk olahragawan saja, tetapi dapat diberikan kepada siapa saja, baik orang tua, muda, pria ataupun wanita, termasuk mereka yang mengalami cidera-cidera olahraga ringan dapat diatasi dengan sport massage. Pemberian sport massage di sesuaikan dengan kondisi pasien , dan biasanya menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam. Mulyono (2016: 18) menyatakan bahwa peranan sport massage adalah pada saat manupulasi diberikan maka berefek pada pelebaran pembuluh darah sehingga darah akan semakin lancar, sendi semakin semakin tidak kaku setelah latihan, otot semakin tidak tegang karena efek manipulasi massage. Sehingga aliran darah lancar dan denyut nadi semakin cepat normal kembali.

Bambang Priyonoadi (2011: 5) memgemukakan bahwa tujuan sport massage secara umum, sebagai berikut:

  1. Untuk melancarkan peredaran darah veneus atau darah venosa menuju kearah jantung, dengan lancarnya peredaran darah ini selanjutnya akan mempercepat proses pembuatan sisa-sisa pembakaran dan penyebaran sari makanan ke jaringan-jaringan.
  2. Merangasang persyarafan, terutama saraf tepi (perifer) untuk meningkatkan kepekaanya terhadap rangsangan.
  3. Meningkatkan ketegangan otot (tonus) dan kekenyalan otot (elastisitas) untuk mempertinggi gaya kerjanya.
  4. Membersihkan dan menghaluskan kulit.
  5. Mengurangai atau menghilangkan ketegangan saraf dan mengurangi rasa sakit, hingga dapat menidurkan pasien. Dalam sport massage jenis manipulasi yang digunakan diantaranya yaitu effleurage (menggosok), petrisage (comot-tekan), shalking (menggoncangkan), tapotement (memukul), dan masih banyak lagi jenis lainya (Nopriansyah, 2015: 103).

Manipulasi adalah posisi pegangan jari-jari pada saat melakukan pijatan pada pasien.

Adapun macam-macam teknik massage adalah:

1) Effleurage(menggosok)

  1. Maksud : memberi rangsangan kepada persyaratan dan jaringan dibawah kulit.
  2. Tujuan : membantu kerja pembuluh darah balik dan memanaskan badan
  3. teknik : effleurage pada umumnya selalu dilaksanakan meyusur mengikuti perpanjangan otot dan menuju kearah jantung. Hal ini mempunyai pengertian bahwa pembuluh-pembuluh darah yang ada ditepi (dikulit) , adalah pembuluh-pembuluh darah balik (vena) yang berisi darah mengalir kembali menuju jantung. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan mempergunakan jari-jari, satu tangan, kedua tangan bergantian atau bersama-sama sesuai dengan daerah yang dipijatnya, lebar atau sempit.

2) Petrisage(memijat-mijat)

  1. Maksud : menghancurkan sisa pembakaran dan melemaskan kekakuan di dalam jaringan.
  2. Tujuan: untuk memudahkan pengangkutan.
  3. Teknik: pelaksanaan petrisage untuk tempat-tempat yang lebar dapat dikerjakan dengan kedua tangan bersama-sama atau kedua tangan bergantian secara berurutan. Untuk derah yang sempit cukup dikerjakan dengan ujung- ujung jari. Sedang arahnya naik turun bebas.

3) Shaking(menggoncang-goncangkan)

  1. Maksud: menempatkan bangunan-bangunan dibawah kulit (otot, pembuluh darah, persyarafan) pada tempatnya masing- masing.
  2. Tujuan: untuk memudahkan pengaliran atau pertukaran zat dalam bangunan-bangunan tersebut, pada tempatnya masing-masing.
  3. Teknik: pada umumnya shaking dapat dikerjakan dengan satu tangan, tetapi dapat pula dikerjakan dengan dua tangan bersama-sama. Khususnya tempat yang lebar-lebar, misalnya didaerah perut atau di paha bagian atas. Arahnya naik turun bebas, yang penting diharapkan sejumlah otot yang ada disitu harus tergoncangkan semuanya. Dengan shaking diharapkan dapat membantu mengendorkan ketegangan-ketegangan.

4) Tapotement(memukul-mukul)

  1. Maksud : mempunyai tonus otot syaraf vegetatior (tak sadar) pada jaringan perifer (tepi).
  2. Tujuan : mempertinggi tonus otot dan mempergiat peredaran darah pada kulit.
  3. Teknik : pada umumnya tapotement dikerjakan dengan kedua tangan bergantian. Sikap tangan dapat berupa setengah mengepal, jari-jari terbuka atau rapat, dapat pula dengan punggung jari-jari, atau dengan mencekungkan tapak tangan jari-jari rapat. Biasanya tapotement diberikan didaerah pinggang, punggung dan pantat, tetapi boleh juga dibeerikan ditempat lain apabila diperlukan. Arahnya naik tutun bebas.

5) Friction(menggerus)

  1. Maksud: menghancurkan bekuan-bekuan dan pengerasan- pengerasan didalam jaringan ikat dan otot.
  2. Tujuan: menormalkan sirkulasi ( peredaran ) darah dan pertukaran zat.
  3. Teknik: friction dapat dikerjakan dengan ujung-ujung jari,ibu jari, atau pangakal tapak tangan, disesuaikan dengan keadaan. Caranya dengan menekankan ujung-ujung jari-jari tersebut dan putar-putarkan berurutan sambil jalan atau ditempat. Biasanya digunakan untuk menghancurkan kekakuan-kekakuan otot, ujung-ujung otot dan pada persendian. Arahya naik turun bebas.

6) Walken (menggosok melintang otot)

  1. Maksud: maksud dan tujuan dari walken adalah sama dengan maksud effleurage hanya berbeda dalam pelaksanaannya.
  2. Tujuan: untuk memudahkan prngaliran atau pertukaran zat dalam bangunan-bangunan tersebut, paada tempatnya masing-masing
  3. Teknik: walken diberikanhanya ditempat-tempat yang lebar dan pelaksanaannya melintang otot, sedang effleurage dapat diberikan dimana saja dan pada umumnya menyusur perpanjangan otot. Walken selalu dikenakan dengan kedua tangan, jari-jari rapat. Dengan tekanan, gosokan kedua tangan tersebut dengan arah yang berlawanan, satu menarik dan satu mendorong. Arahnya naik turun bebas.

7) Vibration(menggetarkan)

  1. Maksud: dengan harus merangsang syaraf vegatatief pada alat- alat dalam melalui luar.
  2. Tujuan: untuk mempengaruhi alat-alat yang penting.
  3. Teknik: getaran ini dapat diberikan melalui ujung satu jari, dua jari maupun tiga jari dirapatkan. Caranya dengan membengkokan siku, jari-jari ditekankan pada tempat yang dikehendaki kemudian kejangkan sseluruh lengan tersebut. Cobalah ini, biasanya diberikan pada tempat- tempat yang sensitive (peka) misalnya di bawah lekuk kepala, sekeliling persendian, disudut luar scapula dan sebagainya. Vibration ini termaksuk manipulasi segment massage dan sangat efektif untuk memacu persyaratan dalam usaha penyembuhan.

8) Skin rolling (menggeser lupatan kulit)

  1. Maksud : melepaskan kulit dari jaringn ikat melebarkan pembuluh darah kapillair
  2. tujuan: mempertinggi tunas dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit.
  3. Teknik: untuk tempat-tempat yang kecil dapat dikejakan dengan satu tangan saja sedangkan untuk tempat- tempat yang lebar dikerjakan dengan kedua tangan bersama-sama. Caranya dengan mencubit kulit, ibu jari, didorongkan dengan jari-jari yang lain melangkah- langkah berjalan kedepan. Skin rolling termasuk manipulasi pengobatan dapat berfungsi menggantikan sistem kerokan untuk menghilangkan masuk angin, umumnya skin rolling dilakukan melintang otot.

9) Stroking ( mengurut)

  1. Maksud: mempengaruhi syaraf vegetatief pada jaringan- jaringan di bawah kulit, mencari atau mengetahui kelinan-kelainan jaringan.
  2. Tujuan: melemaskan jaringan sehingga sirkulasi darah dan pertukaran zat menjadi baik.
  3. Teknik : dengan ujung dan dua jari, tiga jari empat ujung jari yang diharapkan, kemudian dengan tekanan, gerakan jari-jari tersebut menyususr antar otot (inter mosculair) antar tiga (inter costae) dan lain-lain. Dengan gerakan ini akan dapat menemukan kelainan-kelainan yang berupa pengerasan –pengerasan, ketegangan- ketegangan, atau benjolan-benjolan pada otot tersebut. Dengan menemukan kelainan tersebut akan mempermudah untuk mengobatinya. Gerakan stroking dapat dilakukan dari bagian ujung kepala pangkal, atau dapat pula bagian samping menuju kearah tengah di daerah punggung.

Berikut adalah beberapa pandangan dari para ahli mengenai sport massage:

1. Mel Cash (Ahli Terapi Pijatan Olahraga dan Penulis)

Pandangan: Mel Cash, seorang penulis dan ahli terapi pijatan olahraga terkenal, menyatakan bahwa sport massage adalah bagian penting dari perawatan kesehatan atlet. Menurutnya, sport massage tidak hanya berguna untuk pemulihan setelah cedera tetapi juga untuk meningkatkan kinerja dengan menjaga kondisi otot yang optimal. Ia menekankan pentingnya memahami anatomi dan fisiologi otot untuk memberikan pijatan yang efektif.

2. Prof. Tim Noakes (Ahli Fisiologi Olahraga)

Pandangan: Prof. Tim Noakes, seorang ahli fisiologi olahraga, menyoroti pentingnya sport massage dalam meningkatkan pemulihan dan kinerja atletik. Dia mencatat bahwa sport massage dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki rentang gerak, yang sangat penting untuk menjaga kebugaran fisik pada tingkat tinggi.

3.Leon Chaitow (Pakar Terapi Manual dan Pijatan Olahraga)

Pandangan: Leon Chaitow, seorang praktisi dan penulis dalam bidang terapi manual dan sport massage, menekankan bahwa sport massage harus disesuaikan dengan kebutuhan individu. Menurutnya, sport massage yang efektif harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis olahraga, intensitas latihan, dan kondisi fisik serta psikologis atlet. Chaitow juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan sport massage dengan strategi pemulihan lain seperti nutrisi dan hidrasi yang tepat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

  LEMBARAN KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)   1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a.    ...