Senin, 24 Februari 2025

 

MODUL AJAR PJOK


Sekolah : SMAN 7 Banda Aceh
Pelajaran : PJOK
Waktu : 3 x 35 menit.

Kompetensi Awal:

Peserta didik mulai mengenal variasi pola gerak dasar lokomotor, non- lokomotor, dan manipulatif dalam permainan invasi sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki.


1.         MateriPokokPembelajaran

a.         MateriPembelajaranReguler

Aktivitas pembelajaran variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatifmenendang/mengoper, menghentikan, dan menggiring bola dalam permainan sepak bola melalui:

1)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenendang/mengoper bola menggunakan kaki bagian dalam.

2)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenendang/mengoper bola menggunakan kaki bagian luar.

3)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenendang/mengoper

bolamenggunakankakibagianpunggungkaki.

4)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenghentikanbolamenggunakan kaki bagian dalam.

5)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenghentikanbolamenggunakan kaki bagian luar.

6)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenghentikanbolamenggunakan punggung kaki.

7)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenghentikanbolamenggunakan telapak kaki.

8)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenggiringbola menggunakan kaki bagian dalam.

9)        Fakta,konsep,danprosedur,sertapraktik/latihangerakmenggiringbola menggunakan kaki bagian luar.

 

b.         MateriPembelajaranRemedial

Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didikatau kelompok peserta didikyang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, dan menggiring bola permainan sepak bola.

 

Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut

 

c.         MateriPembelajaranPengayaan

   Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi.Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didikyang telahmelebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas variasipola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatifpermainan sepak bola yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).

 

2.         MediaPembelajaran

a.        Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas variasi polagerak dasar menendang/mengoper, menghentikan, dan menggiring bola permainan sepak bola.

b.        Gambar aktivitas variasi pola gerak dasar menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola.

c.        Video pembelajaran aktivitas variasi pola gerak dasar menendang/mengoper, menghentikan, dan menggiring permainan sepak bola (jika diperlukan).

 

3.        BahanPembelajaran

a.         Bukuajar

b.        Linkyoutube(jikadiperlukan)

LembarKerja(studentworksheet)yangberisiperintahdanindikatortugasgerak.


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik melalui pembelajaran resiprokal dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, dan menggiring bola permainan sepak bola sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman gotong royong dan mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesertadidikdapatmemanfaatkanaktivitasvariasipolagerakdasarlokomotor,non-lokomotor, dan manipulatif permainan sepak bola dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnyabahwa dengan bermain sepak bola tubuh menjadi sehat dan bugar, gerakanmenjadilincahsehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

1.         Persiapanmengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

a.         MembacakembaliModulAjaryangtelahdipersiapkangurusebelumnya.

b.         Membacakembalibuku-bukusumberyangberkaitandenganpermainansepakbola. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:

1)        Bolasepakataubolasejenisnya(bolaterbuatdariplastikataukaret).

2)       Lapangan permainan sepak bola atau lapangan sejenisnya (lapangan sepak bola atau halaman sekolah) yang aman.

Rintangan(corong)atausejenisnya(bilahbambu).

4)        Mejaataukursi

5)        Peluitdanstopwatch.

6)        Lembar Kegiatan Peserta Didik(studentworksheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.

2.         Kegiatanpengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

a.        Kegiatanpendahuluan(15 Menit)

1)        Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.

2)        Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.

3)        Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas.

4)        Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran.

5)        Guru memeriksa penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.

6)        Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaatdari kegiatan bermainsepakbola: misalnya bahwa bermain sepak bola adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani dan prestasi cabang olahraga sepak bola.

7)        Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola.

8)        Gurumenjelaskan teknikasesmenuntukkompetensi aktivitaspolagerakdasar variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif permainan sepak bola.

a)    kompetensi pengetahuan berupa tes tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menganalisis variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola.

b)   kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas keterampilan variasi dan kombinasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola,serta bermain sepak bola dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.

c)    kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.

9)        Pemanasan dalam bentuk game antara lain: Pemanasan dalam bentuk permainan (game),agarpesertadidikterkondisikanmempelajarimateriajardenganperasaanyang menyenangkan. Contoh permainan “Bola Beranting”.

Carabermain:

a)        Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok besar (peserta didik putera dan puteri dibagi sama banyak). Kalau jumlah peserta didik 28 orang, maka satu kelompok terdiri dari 8 peserta didik.

b)        Cara bermain: Bola dioperkan secara beranting dari belakang ke depan melalui samping kiri/kanan.

c)        Boladioperkansecaraberantingdaribelakangkedepan melaluiatas kepala.

d)       Bola dioperkan secara beranting dari belakang ke depan melalui bawah/selangkangan. Apabila bola tersebut terjatuh atau kelompok yang paling terakhir menyelesaikan operan, dinyatakan sebagai kelompok yang kalah dan diberi hukuman berjoget atau bernyanyi.

e)        Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 8 orang). Maka jika terdapat 28 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 8 orang.

2)        Pembelajaran ini selain dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, juga mengembangkan elemen gotong royong dan mandiri nilai- nilai Profil PelajarPancasiladenganindikator meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilakuhidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

b.        KegiatanInti(75Menit)

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, dengan prosedur sebagai berikut:

1)      Peserta didik melihat tayangan video pembelajaran aktivitas variasi pola gerak dasar menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola.

2)      Peserta didik menerima dan mempelajarikartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pola gerak dasar menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola.

3)      Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: pola aktivitas variasi pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola. Secara rinci tugas ajar aktivitas pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif menendang/mengoper, menghentikan, menggiring bola permainan sepak bola adalah sebagai berikut.

Selasa, 04 Februari 2025

PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENJAS

Pengertian perencanaan pembelajaran penjas

1.Perencanaan

Perencanaan adalah proses penentuan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tertentu.

Menurut A. A. Siagian (2003) dalam bukunya Manajemen Strategik, perencanaan adalah suatu proses penentuan tujuan organisasi, langkah-langkah yang akan diambil, serta pengorganisasian berbagai sumber daya yang diperlukan dalam rangka mencapai tujuan tersebut.

Tujuan Perencanaan

Tujuan perencanaan bisa berbeda-beda tergantung pada konteks dan skala perencanaan tersebut, tetapi secara umum tujuan perencanaan adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Tujuan yang Jelas

Perencanaan membantu merumuskan tujuan yang jelas dan terukur, baik itu dalam konteks pribadi, organisasi, maupun perusahaan. Tujuan yang jelas memudahkan dalam pengambilan keputusan dan pengarahan sumber daya.

2. Mengurangi Ketidakpastian

Perencanaan membantu meramalkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan, dengan demikian dapat mengurangi risiko atau ketidakpastian yang ada.

3. Mengoptimalkan Sumber Daya

Dengan perencanaan yang matang, penggunaan sumber daya—baik itu waktu, tenaga, maupun dana—dapat lebih efisien dan efektif.

4. Membantu Pengambilan Keputusan

Perencanaan menyediakan gambaran besar tentang apa yang perlu dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Ini mempermudah pengambilan keputusan dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

5. Meningkatkan Koordinasi

Dengan perencanaan yang baik, seluruh anggota organisasi atau individu dapat bekerja dengan arah yang sama, meningkatkan koordinasi antar bagian atau individu yang terlibat.

Manfaat Perencanaan

Perencanaan memberikan sejumlah manfaat penting, antara lain:

1. Efisiensi dan Efektivitas

Perencanaan membantu mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien, meminimalkan pemborosan, dan mengoptimalkan hasil yang diperoleh.

2. Meningkatkan Kemampuan Adaptasi

Dengan adanya perencanaan, individu atau organisasi bisa lebih siap dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang tidak terduga, karena mereka sudah merencanakan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.

3. Mencegah Kesalahan

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam perencanaan, kesalahan-kesalahan fatal yang disebabkan oleh keputusan yang terburu-buru atau kurang informasi dapat diminimalkan.

4. Meningkatkan Pengendalian

Perencanaan memberikan landasan bagi pengendalian dan evaluasi, karena tujuan dan langkah-langkah yang akan diambil sudah ditetapkan sebelumnya. Ini memudahkan dalam memonitor kemajuan dan membuat penyesuaian jika diperlukan.

5. Meningkatkan Motivasi dan Semangat Kerja

Perencanaan yang jelas dapat memberi arah dan fokus, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi individu atau kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Secara keseluruhan, perencanaan merupakan salah satu aspek fundamental yang membantu memandu kegiatan menuju pencapaian tujuan secara efektif dan efisien, baik dalam konteks pribadi, organisasi, maupun masyarakat.

2.Pembelajaran

Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan berbagai sumber belajar, baik itu pendidik, teman sejawat, materi, serta lingkungan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri peserta didik. Pembelajaran tidak hanya sekedar penyampaian materi, tetapi juga mencakup pengembangan keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai-nilai yang diperlukan oleh peserta didik untuk dapat berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut M. Dimyati dan dkk (2008) dalam bukunya Belajar dan Pembelajaran, pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh pendidik dalam menciptakan lingkungan yang memungkinkan peserta didik aktif mengembangkan potensi diri mereka melalui berbagai pengalaman belajar.

Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dapat bervariasi tergantung pada konteks, namun secara umum tujuannya adalah untuk:

1. Mengembangkan Pengetahuan dan Keterampilan

Pembelajaran bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru dan mengasah keterampilan peserta didik agar mereka dapat memecahkan masalah atau melakukan tugas-tugas tertentu dengan lebih baik.

2. Membentuk Sikap dan Nilai

Selain keterampilan dan pengetahuan, tujuan pembelajaran juga meliputi pembentukan sikap positif, seperti sikap kerja keras, rasa tanggung jawab, serta menghargai perbedaan.

3. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Pembelajaran bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta dapat mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi yang tersedia.

4. Memperkuat Keterampilan Sosial dan Kerja Sama

Salah satu tujuan pembelajaran adalah mengembangkan keterampilan sosial peserta didik, sehingga mereka mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan baik, dan membangun hubungan yang positif dengan orang lain.

5. Mempersiapkan Peserta Didik untuk Kehidupan Sehari-hari

Pembelajaran diharapkan mampu mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan hidup sehari-hari, baik dalam konteks pribadi, sosial, maupun profesional.

Manfaat Pembelajaran

Manfaat pembelajaran sangat beragam dan berpengaruh pada banyak aspek kehidupan peserta didik, di antaranya:

1. Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Pembelajaran membantu peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir, menganalisis, serta memecahkan masalah secara lebih efektif dan efisien.

2. Meningkatkan Keterampilan Praktis

Melalui pembelajaran, peserta didik dapat mengasah keterampilan teknis maupun praktis yang dapat diterapkan dalam dunia nyata, misalnya keterampilan komputer, komunikasi, atau kepemimpinan.

3. Membantu Dalam Peningkatan Karir

Pembelajaran yang baik dan terus-menerus meningkatkan kompetensi peserta didik, yang pada gilirannya dapat membuka peluang karir yang lebih baik di masa depan.

4. Memperkuat Karakter dan Sikap Positif

Pembelajaran juga berperan dalam membentuk karakter peserta didik, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

5. Menghasilkan Individu yang Mandiri

Pembelajaran yang efektif dapat membuat peserta didik lebih mandiri dalam mencari informasi dan menyelesaikan masalah tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain.

6. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Dengan belajar dan berhasil menyelesaikan berbagai tantangan dalam proses pembelajaran, peserta didik akan merasa lebih percaya diri dalam menghadapi kehidupan.

3.Penjas

Pendidikan Jasmani (Penjas) adalah suatu bentuk pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, kesehatan, keterampilan motorik, serta membentuk karakter peserta didik melalui aktivitas fisik dan olahraga. Pendidikan Jasmani tidak hanya mencakup latihan fisik, tetapi juga melibatkan pembelajaran tentang pentingnya gaya hidup sehat, olahraga, dan pola makan yang baik.

Menurut Sudirman (2014), dalam bukunya Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Penjas adalah salah satu bidang pendidikan yang berfokus pada pengembangan aspek fisik melalui aktivitas fisik yang terencana, dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan, kebugaran, serta mengembangkan sikap sportif dan kerjasama.

Tujuan Pendidikan Jasmani

Tujuan pendidikan jasmani adalah untuk mendidik dan membentuk peserta didik agar:

1. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran

Pendidikan jasmani bertujuan untuk membantu peserta didik meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani mereka dengan melakukan latihan fisik yang teratur.

2. Mengembangkan Keterampilan Motorik

Penjas membantu peserta didik mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus melalui berbagai aktivitas fisik seperti lari, lompat, renang, dan olahraga lainnya.

3. Menumbuhkan Rasa Sportivitas

Melalui berbagai kegiatan olahraga, pendidikan jasmani mengajarkan pentingnya bermain dengan sportif, menghargai lawan, serta berkompetisi secara sehat.

4. Membentuk Karakter Positif

Pendidikan jasmani juga bertujuan untuk membentuk karakter seperti kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan menghargai aturan permainan.

5. Memperkenalkan Berbagai Jenis Olahraga

Penjas bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan peserta didik dengan berbagai jenis olahraga yang dapat mereka pilih dan lakukan untuk menjaga kesehatan sepanjang hidup.

Manfaat Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani memberikan manfaat yang luas baik dari sisi fisik, mental, maupun sosial, antara lain:

1. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran

Salah satu manfaat utama pendidikan jasmani adalah untuk meningkatkan kondisi fisik peserta didik, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Meningkatkan Keterampilan Sosial

Dalam berbagai aktivitas olahraga, peserta didik dilatih untuk bekerja sama dalam tim, menghormati perbedaan, serta membangun hubungan sosial yang sehat.

3. Meningkatkan Disiplin dan Pengendalian Diri

Melalui olahraga, peserta didik diajarkan untuk mengatur waktu, mengikuti aturan permainan, serta mengendalikan emosi mereka dalam situasi kompetitif.

4. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Aktivitas fisik yang teratur dapat membantu peserta didik mengurangi tingkat stres dan kecemasan, serta meningkatkan suasana hati mereka.

5. Membentuk Kebiasaan Hidup Sehat

Pendidikan jasmani mengajarkan peserta didik tentang pentingnya olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang akan berdampak positif dalam jangka panjang.

6. Mengembangkan Keterampilan Motorik dan Koordinasi

Melalui latihan fisik yang bervariasi, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan motorik, koordinasi tubuh, dan keseimbangan.

Secara keseluruhan, pendidikan jasmani memainkan peran penting dalam pengembangan fisik dan mental peserta didik, serta mendukung pembentukan karakter yang positif melalui olahraga dan aktivitas fisik.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

  LEMBARAN KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)   1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a.    ...